Pages

Selasa, 15 November 2011

PUISI GUS MUS

AGAMA

Agama
adalah kereta kencana
yang disediakan Tuhan
untuk kendaraan kalian
berangkat menuju hadiratNya
Jangan terpukau keindahannya saja
Apalagi sampai
dengan saudara-saudara sendiri bertikai
berebut tempat paling depan
Kereta kencana
cukup luas untuk semua hamba
yang rindu Tuhan
Berangkatlah!
Sejak lama
Ia menunggu kalian.


14 Nopember 2006 03:00:01
Rembang, 12.12.2005

CERPEN GUS MUS


LUKISAN KALIGRAFI
Oleh: A. Mustofa Bisri
2 Maret 2006 16:36:10
Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis; meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya. Seperti kebanyakan bangsanya, Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar. Dia kini melukis apa saja asal laku mahal. Mungkin karena kecerdasannya, dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya. Dia melukis mulai perempuan cantik, pembesar negeri, hingga kaligrafi.

NASKAH DRAMA ANAK joglo drama 2

“RAMUAN AJAIB”

“RAMUAN AJAIB”
Oleh: Hendrik Iswahyudin
BABAK I
DI MALAM YANG SEPI, YOGI SENDIRI DI KAMAR SAMBIL MEREBAHKAN BADANNYA YANG GEMPAL DI TEMPAT TIDUR KESAYANGANNYA. TIBA-TIBA IA TERPERANJAT MENDENGAR SEKILAS TENTANG CERITA KAKEK YANG BERBINCANG DENGAN NENEKNYA DI RUANG TENGAH.

Rabu, 09 November 2011

ikhsan

Senin, 07 November 2011


Ihsan


Kirim Print
dakwatuna.com – Ihsan adalah puncak ibadah dan akhlak yang senantiasa menjadi target seluruh hamba Allah swt. Sebab, ihsan menjadikan kita sosok yang mendapatkan kemuliaan dari-Nya. Sebaliknya, seorang hamba yang tidak mampu mencapai target ini akan kehilangan kesempatan yang sangat mahal untuk menduduki posisi terhormat di mata Allah swt. Rasulullah saw. pun sangat menaruh perhatian akan hal ini, sehingga seluruh ajaran-ajarannya mengarah kepada satu hal, yaitu mencapai ibadah yang sempurna dan akhlak yang mulia.

Selasa, 08 November 2011

Pembinaanpribadi.blogspot.com

Selasa, 08 November 2011


Tiga Langkah Menjadi Manusia Terbaik

Oleh: Mochamad Bugi

Kirim Print
dakwatuna.com - Ada hadits pendek namun sarat makna dikutip Imam Suyuthi dalam bukunya Al-Jami’ush Shaghir. Bunyinya, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan bebasnya: sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain.

Derajat hadits ini ini menurut Imam Suyuthi tergolong hadits hasan. Syeikh Nasiruddin Al-Bani dalam bukunya Shahihul Jami’ush Shagir sependapat dengan penilaian Suyuthi.

Adalah aksioma bahwa manusia itu makhluk sosial. Tak ada yang bisa membantah. Tidak ada satu orangpun yang bisa hidup sendiri. Semua saling berketergantungan. Saling membutuhkan.

Karena saling membutuhkan, pola hubungan seseorang dengan orang lain adalah untuk saling mengambil manfaat. Ada yang memberi jasa dan ada yang mendapat jasa. Si pemberi jasa mendapat imbalan dan penerima jasa mendapat manfaat. Itulah pola hubungan yang lazim. Adil.