Pages

Sabtu, 19 November 2011

Hikmah Bersedekah

Tidak Akan Miskin Karena Bersedekah

Tidak ada alasan bagi orang beriman untuk enggan bersedekah. Sebab, kendati terasakan berat, bersedekah merupakan ciri paling kentara dari keimanan yang sahih. Untuk bersedekah, seseorang harus mampu mengalahkan perasaan owel (rasa kepemilikan) karena mengikhlaskan sebagian rezekinya untuk pihak lain. Jika tidak karena adanya keyakinan yang mantap atau harapan keuntungan yang kekal di akhirat kelak, sungguh seseorang akan enggan bersedekah.

Sedekah dan Doa

Sedekah dan Doa (Kuliah Online Ust. Yusuf Mansur)

Taken from : http://pejuangikhlas.wordpress.com/2009/06/26/case-8-sedekah-dan-doa/
Si Kecil sudah biasa berdoa
Si Kecil sudah biasa berdoa
Di DhuhaaCoffee, saya naikkan 1-2 kisah pergi haji dan umrah bukanlah mimpi. Mudah-mudahan
bisa disusul kisah-kisah lainnya. Di kisah-kisah tersebut, akan sangat kuat kesan bahwa ternyata
banyak orang-orang yang menyengaja bersedekah supaya diberangkatkan oleh Allah ke Tanah Suci.
Menyengaja bersedekah. Lah, bagi sebagian orang, ini hal yang begitu berani. Seperti menyetir Allah.
Masa Allah disetir? Apa iya, Allah bisa digerakkan dengan sedekah kita? Apa segitu lemahnya Allah?
Atau jawaban lainnya, begitulah kebaikan Allah buat mereka yang bersedekah. Allah kabulkan doadoanya
mereka yang punya amal saleh.

Fakta Ilmiah sedekah

Ada Fakta Menarik Mengenai Otak Ketika Bersedekah

Otak - Salah Satu Keajaiban Ciptaan Allah
Otak - Salah Satu Keajaiban Ciptaan Allah
Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat tanpa pandang agama yaitu ketika semua responden diberi sejumlah uang lalu
dicatat aktifitas otak ketika senang menerima uang. Siapa sih yang tidak senang diberi uang?
Para ahli mencatat ada bagian tertentu pada otak yang “menyala” ketika senang menerima uang.
Setelah itu ditanya: uangnya mau dipakai sendiri atau mau didonasikan secara anonim? Responden bebas memilih. Responden yang jawab pakai sendiri uangnya, tidak terjadi apa-apa di otaknya. Tapi hal menakjubkan terjadi pada mereka yang menjawab akan mendonasikan uangnya.

Wisata hati

Senin, 05 Oktober 2009

Membeli Kesuksesan dengan Sedekah (Ust. Yusuf Mansur)

Ustadz Yusuf Mansur (Bapak Sedekah)
Ustadz Yusuf Mansur (Bapak Sedekah)
“Mengapa seseorang selalu merasa kurang secara penghasilan? Mungkin karena ia kurang sedekah!” buka Ustad Yusuf Mansur malam itu. Beliau melirik sekelilingnya. Wajah-wajah muda, dengan tatapan penuh semangat tengah duduk mengelilinginya. Mereka adalah 20 besar kontestan eliminasi Mimbar Dai TPI. Mereka tekun menyimak penuturan ustad pendiri Wisata Hati Coorporation itu. Malam itu, tanggal 12 Juli 2005, Ustad Yusuf mendapat kesempatan memberikan pembekalan atau pelatihan bagi para dai muda di Asrama Haji Pondok Gede, Bekasi. Acara yang diselenggarakan habis Isya sampai pukul 21.00 itu, berlangsung cukup seru. Dilengkapi beberapa games, salah satunya berupa simulasi dengan selembar kertas, yang mengundang tanya peserta. Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, namun selalu merasa tidak cukup. Bahkan tidak jarang pengeluaran mereka lebih besar dari penghasilan yang didapat. Mungkin diri kita pernah merasakan demikian. Maka instropeksilah, mungkin sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit, sehingga berkah yang Allah berikan juga sekedarnya. Padahal dalam surat Al An’am ayat 160, Allah sudah janji akan melipatgandakan pahala sampai 10 kali lipat bagi mereka yang berbuat kebaikan. Jadi sebetulnya kita tak perlu ragu untuk menyisihkan penghasilan bagi mereka yang membutuhkan. 1 – 1 = 10, itulah ilmu sedekah. Banyak kejadian dibalik fenomena keajaiban sedekah.

Bercerminlah...

Bercermin Dengan Aib Sendiri

Oleh: Muhammad Nuh


dakwatuna.com – “Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya.” (Al-Bukhari)

Indahnya nikmat keimanan. Hati yang semula gelap menjadi terang. Bahaya dan penyakit di sekitar diri yang sebelumnya tertutupi, bisa terlihat jelas. Kian tampak mana yang baik, dan yang buruk. Dalam hal apa pun. Termasuk, dalam pergaulan dan persaudaraan Islam.