Selasa, 20 Desember 2011
Puisi
KETIKA DOSA BERDOA
Ya Allah..
Hamba harus bagaimana
Ketika hidup ditengah-tengah peradaban jahiliah
Tak ada rasa malu lagi
Tapi bicara kemaluan setiap saat..
Ya Allah
hamba harus bagaimana
Ketika berada di rimba belantara
Dimana tak ada lagi matahari
Gelap gulita
Adab Birrul Waalidain (Berbakti Kepada Kedua Orang Tua)
Oleh : Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi as Sayyid Nada
Kedua orang tua adalah manusia yang paling berjasa dan utama bagi diri seseorang. Allah ta’ala telah memerintahkan dalam berbagai tempat di dalam al Qur’an agar berbakti kepada kedua orang tua. Allah menyebutkan berbarengan dengan pentauhidan-Nya dan memerintahkan para hamba-Nya untuk melaksanakan sebagaimana akan disebutkan sebagai berikut. Hak kedua orang tua merupakan hak terbesar yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim. Disini akan dicantumkan beberapa adab yang berkaitan dengan masalah ini. Antara lain hak yang wajib dilakukan semasa kedua orang tua hidup dan setelah meninggal. Dengan pertolongan Allah saya sebutkan beberapa adab tersebut antara lain :
Kedua orang tua adalah manusia yang paling berjasa dan utama bagi diri seseorang. Allah ta’ala telah memerintahkan dalam berbagai tempat di dalam al Qur’an agar berbakti kepada kedua orang tua. Allah menyebutkan berbarengan dengan pentauhidan-Nya dan memerintahkan para hamba-Nya untuk melaksanakan sebagaimana akan disebutkan sebagai berikut. Hak kedua orang tua merupakan hak terbesar yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim. Disini akan dicantumkan beberapa adab yang berkaitan dengan masalah ini. Antara lain hak yang wajib dilakukan semasa kedua orang tua hidup dan setelah meninggal. Dengan pertolongan Allah saya sebutkan beberapa adab tersebut antara lain :
Sabtu, 17 Desember 2011
Mengukur Aib Bersama
dakwatuna.com
– Kebersamaan kadang tidak selamanya seperti rumput. Selalu setara,
sewarna, dan segerak. Ada saja kekurangan di antara sesama mukmin.
Karena umumnya manusia memang tidak bisa luput dari aib.
Tak ada gading yang tak retak. Itulah ungkapan sederhana yang memuat makna begitu dalam. Sebuah pengakuan bahwa setiap manusia punya kelemahan dan kekurangan.
Siapa pun kita, selalu ada ‘cacat’. Ada ‘cacat’ berupa ketidaksempurnaan fisik: rupa, penampilan, dan sebagainya. Ada juga ‘cacat’ berupa kelalaian ketika pertarungan antara nafsu dan akal berakhir negatif. Nafsulah yang akhirnya membuat keputusan. Saat itulah, seorang anak manusia melakukan kesalahan. Seperti itu pulakah yang terjadi dengan seorang mukmin?
Tak ada gading yang tak retak. Itulah ungkapan sederhana yang memuat makna begitu dalam. Sebuah pengakuan bahwa setiap manusia punya kelemahan dan kekurangan.
Siapa pun kita, selalu ada ‘cacat’. Ada ‘cacat’ berupa ketidaksempurnaan fisik: rupa, penampilan, dan sebagainya. Ada juga ‘cacat’ berupa kelalaian ketika pertarungan antara nafsu dan akal berakhir negatif. Nafsulah yang akhirnya membuat keputusan. Saat itulah, seorang anak manusia melakukan kesalahan. Seperti itu pulakah yang terjadi dengan seorang mukmin?
Jumat, 16 Desember 2011
SAHABAT ANDA=MASA DEPAN ANDA
dakwatuna.com - Sahabat
sekalian dalam hidup ini pastilah kita membutuhkan teman, dan mempunyai
banyak teman ialah yang sangat menyenangkan. Bahkan ada sebuah survey
yang dilakukan terhadap remaja usia sekolah di Indonesia, dan
menunjukkan bahwa 80% remaja bersemangat ke sekolah bukan karena
pelajaran, guru atau suasana sekolah, tapi karena mereka mempunyai
banyak teman dan sahabat. Maka sangat penting bagi kita untuk mempunyai
banyak teman. Caranya dengan kita ramah pada setiap orang, membantu
teman bila dibutuhkan dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau
organisasi.
Sabtu, 10 Desember 2011
Adakah Al-Qur’an Dalam Hati Kita?
10/12/2011 | 15 Muharram 1433 H Please wait
Oleh: muhammadrizqon
dakwatuna.com - Rutinitas
kerja dan kesibukan dunia yang tiada habisnya, sering menjadi penyebab
dari hati yang kering, meranggas, dan gersang dari sumber mata air iman
yang menyejukkan. Ibarat kafilah yang melintas di padang pasir dengan
muatan harta yang berlimpah, ia menjadi tidak bernilai tatkala kehausan
(dehidrasi) memenuhi sekujur raganya. Setetes air, yang tatkala dalam
kondisi wajar harganya tiada seberapa, menjadi bernilai luar biasa dalam
kondisi jiwa yang dirundung kegersangan tiada tara.
Langganan:
Postingan (Atom)
