Selasa, 08 November 2011
kumpulan dongeng anak
Dahulu kala, siput tidak
membawa rumahnya kemana-mana… Pertama kali siput tinggal di sarang
burung yang sudah ditinggalkan induk burung di atas pohon .
Malam
terasa hangat dan siang terasa sejuk karena daun-daun pohon merintangi
sinar matahari yang jatuh tepat ke sarang tempat siput tinggal. Tetapi
ketika musim Hujan datang, daun-daun itu tidak bisa lagi menghalangi air
hujan yang jatuh,.. siput menjadi basah dan kedinginan terkena air hujan.
Kemudian
siput pindah ke dalam lubang yang ada di batang pohon, Jika hari panas,
siput terlindung dengan baik, bahkan jika hujan turun, siput tidak akan
basah dan kedinginan. Sepertinya aku menemukan rumah yang cocok
untukku, gumam siput dalam hati.
Muhammad Sebagai seorang suami
Muhammad Sebagai Seorang Suami
28/3/2008 | 20 Rabiul Awwal 1429 H | Hits: 13.440
Oleh: Ulis Tofa, Lc
dakwatuna.com – Di
antara tanda kasih sayang Allah swt terhadap manusia adalah diutusnya
Rasul ditengah-tengah mereka. Inilah nikmat paling besar yang Allah swt
karuniakan kepada manusia. Agar para Rasul menjadi penerang bagi
orang-orang yang salah jalan. Menjadi penunjuk bagi orang-orang yang
tersesat.Hal paling utama dan berharga yang dipersembahkan para Rasul kepada manusia setelah penunjukan jalan hidayah Allah swt. adalah mereka, para Rasul sebagai contoh teladan bagi yang meniti jalan menuju Allah swt, agar orang beriman mengambil apa yang mereka contohkan dalam segenap urusan dan bidang, fiddunya wal akhirah.
Allah swt berfirman tentang pribadi Nabi kita Muhammad saw.:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” Al Ahzab:21
Empat kunci keluarga harmonis
Empat Kunci Rumah Tangga Harmonis
29/1/2007 | 10 Muharram 1428 H | Hits: 56.603
Oleh: Mochamad Bugi
dakwatuna.com – Harmonis
adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan
eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun
bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.
Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.
Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.
Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.
Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.
Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga.keempatnya adalah:
Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.
Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.
Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.
Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.
Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga.keempatnya adalah:
Doa suami istri
Doa Suami-Istri
8/5/2008 | 03 Jumadil Awal 1429 H | Hits: 44.483
Oleh: Asfuri Bahri, Lc
عَنِ
ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ
يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا
الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا فَإِنَّهُ إِنْ
يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ
أَبَدًا”
dakwatuna.com – Ibnu Abbas ra. berkata, Rasulullah saw bersabda, “Kalau
salah seorang hendak mendatangi istrinya hendaknya ia berdoa, ‘Dengan
nama Allah, ya Allah, jauhkan setan dari kami dan jahkan syetan dari apa
yang Engkau anugerahkan kepada kami.’ Karena jika ditakdirkan antara
keduanya seorang anak tidak akan dicelakakan oleh setan selama-lamanya.”Hadits ini dikeluarkan At-Thayalisi (1/302 nomor 2705), Ahmad (1/286 nomor 2597), Bukhari (3/1196 nomor 3109), Muslim (2/1058), Abu Daud (2/239 nomor 3109), At-Tirmidzi (3/401 nomor 1092). At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shahih. Juga dikeluarkan Ibnu Majah (1/618 nomor 1919) da Ibnu Hibban (3/263 nomor 983)
Al-Allamah Al-Mubarakfuri di kitabnya Tuhfazhul Ahwadzi bisyarhi Jami’ At-Tirmidzi mengatakan, “Yang dimaksud dengan ‘mendatangi keluarganya’ adalah menggauli istri atau budaknya. Maksudnya, jika seseorang hendak menggauli istrinya, jadi doa itu diucapkan sebelum melakukannya. ‘Apa yang Engaku anugerahkan kepada kami’ artinya anak dan ‘Tidak dicelakakan setan selama-lamanya’ artinya setan tidak bias menguasainya hingga anak itu kelak tidak bias melakukan amal shalih.
Al-Hafizh Ibnu Hajar di Fathul Bari mengatakan, para ulama berbeda pendapat tentang jenis celaka yang diakibatban setan kepada anak manusia setelah kedua suami istri itu sepakat untuk tidak hamil. Kesepakatan itu dipicu oleh sikap mereka terhadap hadits shahih
إِنَّ كُلَّ بَنِي آدَمَ يَطْعَنُ الشَّيْطَانُ فِي بَطْنِهِ حِينَ يُولَدُ, إِلَّا مَنْ اِسْتَثْنَى
“Setiap anak Adam ditikam oleh setan di perutnya saat dilahirkan selain yang dikecualikan.”Sepasang Suami Istri Teladan
Sepasang Suami-Istri Teladan
15/11/2008 | 15 Zulqaedah 1429 H Please wait
Oleh: Mochamad Bugi
dakwatuna.com -
Masyarakat Islam bagaikan bangunan kokoh. Keluarga bukan saja sebagai
sendi terpenting dalam bangunan tersebut, tetapi uga menjadi unsur pokok
bagi eksistensi umat Islam secara keseluruhan. Karena itu, agama Islam
memberikan perhatian khusus masalah pembentukan keluarga.
Perhatian istimewa terhadap pembentukan keluarga tersebut tercermin dalam beberapa hal, yaitu:
Pertama,
Al-Qur’an menjabarkan cukup terinci tentang pembentukan keluarga ini.
Ayat-ayat tentang pembinaan keluarga termasuk paling banyak jumlahnya
dibandingkan dengan ayat-ayat yang menjelaskan masalah lain. Al-Qur’an
menjelaskan tentang keutamaan menikah, perintah menikah, pergaulan
suami-istri, menyusui anak, dan sebagainya.
Kedua,
sejak dini As-Sunah telah mengajarkan takwinul usrah yang shalihah
dengan cara memilih calon mempelai yang shalihah. Rasulullah saw.
bersabda, “Pilihlah tempat untuk menanam benihmu karena sesungguhnya
tabiat seseorang bisa menurun ke anak.”
Rasulullah Suami Teladan
Rasulullah
saw. sejak masa remaja sudah terkenal sebagai orang yang bersih dan
berbudi mulia. Ketika beliau menginjak usia 25 tahun menikahi Khadijah
binti Khuwailid. Sejak saat itulah beliau mengarungi kehidupan rumah
tangga bahagia penuh ketentraman dan ketenangan.
Rasulullah
saw. amat menghormati wanita, lebih-lebih istrinya. Beliau bersabda,
“Tidaklah orang yang memuliakan wanita kecuali orang yang mulia; dan
tidaklah yang menghinakannya kecuali orang yang hina.”
Menghormati
istri adalah kewajiban suami. Al-Qur’an berkali-kali memerintahkan agar
menghormati dan berbuat baik terhadap istri. Kita tidak mendapatkan
kata-kata dalam Al-Qur’an yang mengharuskan untuk berbuat baik dalam
menggauli istri, baik dalam keadaan marah atau tidak. Kecuali,
ditekankan kewajiban berbuat ma’ruf dan ihsan terhadap istri dan
dilarang menyakiti atau menyiksanya.
Pernah
datang seorang wanita mengadu kepada Rasulullah saw. bahwa suaminya
telah memukulnya. Maka beliau berdiri seraya menolak perlakukan tersebut
dengan bersabda, “Salah seorang dari kamu memukuli istrinya seperti
memukul seorang budang, kemudian setelah itu memeluknya kembali, apakah
dia tidak merasa malu?”
Ketika
Rasuluallah saw. mengizinkah memukul istri dengan pukulan yang tidak
membahayakan, dan setelah diberi nasihat serta ancaman secukupnya,
beliau didatangi 70 wanita dan mengadu bahwa mereka dipukuli suami.
Rasulullah saw. berpidato seraya berkata, “Demi Allah, telah banyak
wanita berdatangan kepada keluarga Muhammad untuk mengadukan suaminya
yang sering memukulnya. Demi Allah, mereka yang suka memukul istri
tidaklah aku dapatkan sebagai orang-orang yang terbaik di antara kamu
sekalian.”
Rasulullah
saw. merupakan contoh indah dalam kehidupan rumah tangganya. Beliau
sering bercanda dan bergurau dengan istri-istrinya. Dalam satu riwayat
beliau balapan lari dengan Aisyah, terkadang beliau dikalahkan dan pada
hari lain beliau menang. Beliau senantiasa menegaskan pentingnya sikap
lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada istri. Kita jumpai banyak
hadits yang seirama dengan hadits berikut, “Orang mukmin yang paling
sempurna adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lembut pada
keluarganya.” Riwayat lain, “Sebaik-baik di antara kamu adalah yang
paling baik pada keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap
keluargaku.”
Di
antara yang menunjukkan keteladanan beliau dalam menghormati istri
adalah menampakkan sikap lembut, penuh kasih sayang, tidak mengkritik
hal-hal yang tidak berguna untuk dikritik, memaafkan kekeliruannya, dan
memperbaiki kesalahannya dengan lembut dan sabar. Bila ada waktu
senggang beliau ikut membantu istrinya dalam mengerjakan kwajiban rumah
tanggannya.
Aisyah
pernah ditanya tentang apa yang pernah dilakukan Rasulullah saw. di
rumahnya, beliau menjawab, “Rasulullah mengerjakan tugas-tugas rumah
tangga, dan bila datang waktu shalat, dia pergi shalat.”
Rasulullah
saw. memiliki kelapangan dada dan sikap toleran terhadap istrinya. Bila
istrinya salah atau marah, beliau memahami betul jiwa seorang wanita
yang sering emosional dan berontak. Beliau memahami betul bahwa rumah
tangga adalah tempat yang paling layak dijadikan contoh bagi seorang
muslim adalah rumah tangga yang penuh cinta dan kebahagiaan. Kehidupan
rumah tangga harus dipenuhi gelak tawa, kelapangan hati, dan kebahagiaan
agar tidak membosankan.
Bila
terpaksa harus bertindak tegas, Rasulullah saw. melakukannanya dengan
disertai kelembutan dan kerelaan. Sikap keras dan tegas untuk mengobati
keburukan dalam diri wanita, sedangkan kelembutan dan kasih sayang untuk
mengobati kelemahan dan kelembutan dalam dirinya.
Khadijah Istri Teladan
Khadijah
binti Khuwailid adalah seorang wanita bangsawan Quraisy yang kaya. Dia
diberi gelar wanita suci di masa jahiliyah, juga di masa Islam. Banyak
pembesar Quraisy berupaya meminangnya, tetapi ia selalu menolak. Ia
pedagang yang sering menyuruh orang untuk menjualkan barang dagangannya
keluar kota Mekkah.
Ketika
mendengar tentang kejujuran Muhammad saw., ia menyuruh pembantunya
mendatangi dan meminta Muhammad menjualkan barang dagangannya ke Syam
bersama budak lelaki bersama Maisyarah. Nabi Muhammad menerima
permohonan itu dan mendapatkan keuntungan besar dalam perjalanan pertama
ini.
Setelah
mendengar kejujuran dan kebaikan Muhammad, Khadijah tertarik dan
meminta kawannya, Nafisah binti Maniyyah, untuk meminangkan Muhammad.
Beliau menerima pinangan itu dan terjadilah pernikahan ketika beliau
berusia 25 tahun sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.
Khadijah
sebagai Ummul Mukminin telah menyiapkan rumah tangga yang nyaman bagi
Nabi Muhammad saw. Sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya
ketika beliau sering berkhalwat di Gua Hira. Khadijah adalah wanita
pertama yang beriman ketika Nabi mengajaknya masuk Islam. Khadijah
adalah sebaik-baiknya wanita yang mendukung Rasulullah saw. dalam
melaksanakan dakwahnya, baik dengan jiwa, harta, maupun keluarganya.
Perikehidupannnya harum semerbak wangi, penuh kebajikan, dan jiwanya
sarat dengan kehalusan.
Rasulullah
saw. pernha menyatakan dukungan ini dengan sabdanya, “Khadijah beriman
kepadaku ketika orang-orang ingkar. Dia membenarkanku ketika orang-orang
mendustakanku. Dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang
tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan
mengharamkan bagku anak dari selainnya.” (Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya)
Khadijah
amat setia dan taat kepada suaminya, bergaul dengannya, siap
mengorbankan kesenangannya demi kesenangan suaminya, dan membesarkan
hati suaminya di kala merasa ketakutan setelah mendapatkan tugas
kenabian. Ia gunakan jiwa dan semua hartanya untuk mendukung Rasul dan
kaum muslimin. Pantaslah kalau Khadijah dijadikan sebagai istri teladan
pendukung risalah dakwah Islam.
Khadijah
mendampingi Rasulullah saw. selama seperempat abad. Berbuat baik di
saat Rasulullah gelisah. Menolong Rasulullah di waktu-waktu sulit.
Membantu Rasulullah dalam menyampaikan risalah dan ikut merasakan
penderitaan pahit akibat tekanan dan boikot orang-orang musyrik Quraisy.
Khadijah menolong tugas suaminya sebagai Nabi dengan jiwa dan hartanya.
Rasulullah
saw. senantiasa menyebut-nyebut kebaikan Khadijah selam hidupnya
sehingga membuat Aisyah cemburu. Dengan ketaatan dan pengorbanan yang
luar biasa itu, pantaslah jika Allah swt. menyampaikan salam lewat
malaikat Jibril kepada Khadijah. Jibril datang kepada Nabi, lalu
berkata, “Wahai Rasulullah, ini Khadiah telah datang membawa sebuah
wadah berisi kuah, makanan dan minuman, apabila datang kepadamu
sampaikan salam dari Tuhannya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah
rumah di surga, terbuat dari mutiara yang tiada suara gaduh di dalamnya
dan tiada kepenatan.” (Bukhari)
Itulah
Khadijah, sosok seorang istri yang layak dijadikan teladan bagi
wanita-wanita yang mendukung keshalehan dan tugas dakwah suaminya.
Ciri-ciri Rumah Tangga Muslim
- Sendi bangunannya adalah ketakwaan kepada Allah swt. Takwa adalah sendi yang kuat bangunan keluarga. Memilih suami/istri harus sesuai dengan arahan Rasulullah saw., yaitu utamakan sisi agamanya.
- Kebahagiaan rumah tangga bukanlah berdasarkan kesenangan materi saja, sebab kebahagiaan sejati muncul dari dalam jiwa yang takwa kepada Allah swt. Bila ketakwaan telah menjadi sendi utama, maka kekurangan materi menjadi ringan. Ketakwaan yang ada di dalam dada pasangan suami-istri memunculkan tsiqah (rasa saling percaya) dan akan melahirkan ketentraman serta ketentraman dalam hubungan suami-istri. Hubungan antara anggota keluarga akan terasa indah karena semua sadar akan tanggung jawab dan hak-haknya.
- Rumah yang dibangun untuk keluarga seharusnya sederhana dan mengutamakan skala prioritas dengan mengurangi hal-hal yang tertier dan berlebihan.
- Dalam makanan dan berpakaian, seorang muslim amat sederhana, menekankan aspek kebersihan, dan menghindari dari yang haram, sikap berlebihan (israf), dan bermewah-mewahan. Semua anggota keluarga dipacu untuk memperbanyak berinfak dan bersedekah. Hindari syubhat, jauhi yang haram, itu moto mereka.
- Anggaran rumah tangga dipenuhi dari rezeki yang halal dan baik. Sebab, daging yang terbentuk dari daging haram akan dibakar oleh api neraka. Secara teknis perlu ada kesepakatan antara suami-istri dalam menentukan besaran dan alokasi anggaran rumah tangga. Yang jelas, pengeluaran tidak boleh melebihi penghasilan. Cukupi diri dengan hal-hal yang dibutuhkan, bukan memperbanyak daftar keinginan.
- Perhatikan hak-hak Allah swt. Tunaikan zakat, menabung untuk pergi haji, sediakan kotak khusus untuk sedekah bagi kemaslahatan umat.
Langganan:
Postingan (Atom)




